Monday, June 21, 2010

Asisten Lab Fisika Dasar Terpilih Tahun 2010 -2011

NO
NAMA
JURUSAN
1
TIFANI NABARIAN
TEKNIK INFORMATIKA
2
SITI ASLAMIAH
TEKNIK PERTANIAN
3
GANESHA OGI RIZKY IBRAHIM
SISTEM KOMPUTER
4
HUSNAWATI
SISTEM KOMPUTER
5
HENDRA SUMARTA
TEKNIK SIPIL
6
DWI APRIAN WIDODO
TEKNIK INFORMATIKA
7
NIDIA VALENCY
TEKNIK INFORMATIKA
8
MUHAMMAD ABDUH
TEKNIK INFORMATIKA
9
NOVIA ARISTIN
TEKNIK INFORMATIKA
10
BAGUS KHARISMA NUGRAHA
TEKNIK PERTAMBANGAN PALEMBANG
11
JEFSI ANDRIL EKO J
TEKNIK PERTAMBANGAN PALEMBANG
12
BATARA KHARIZPATI WASITO
TEKNIK KIMIA
13
DANNI SULAIMAN
TEKNIK KIMIA
14
ERICSON
TEKNIK PERTAMBANGAN
15
LAMIAH
TEKNIK PERTAMBANGAN
16
AIDIL AKBAR
TEKNIK ELEKTRO
17
ANGGI MARTISA
TEKNIK ELEKTRO
18
USWAH UTAMI
TEKNIK ELEKTRO
19
MARHAINDRA GARY
TEKNIK MESIN
20
REZI SYAHPUTRA
TEKNIK MESIN

Bagi mahasiswa yang tercantum namanya di atas diharapkan hadir di lab. Fisika Dasar pada hari senin 28 Juni 2010jam 08.00 WIB untuk mengikuti teknikal meeting.
Bagi mahasiswa yang mencalonkan diri tetapi belum diterima dan mahasiswa yang lain yang berkeinginan untuk menjadi asisten Lab. Fisika Dasar dibuka perekrutan gelombang ke 2 yang dimulai pada hari Rabu 29 Juni 2010 jam 08.00 WIB.
Koordinator Asisten,

Fendy Septiawan

Thursday, March 4, 2010

Praktikum dimulai

Untuk semua asisten dan praktikan,,diharapkan kedatangannya mulai tanggal 8 Maret untuk asistensi atau pertemuan pertama di Praktikum Fisika Dasar II

Jadwal diatas silahkan disesuaikan dengan jadwal kuliah jurusan masing-masing..

^.^
Selamat Bekerja

Friday, February 5, 2010

Hukum Faraday

Michael faraday (1791-1867), seorang ilmuwan jenius dari inggris menyatakan bahwa:

1. Jika sebuah penghantar memotong garis-garis gaya dari suatu medan magnetik (flux) yang konstan, maka pada penghantar tersebut akan timbul tegangan induksi.
2. Perubahan flux medan magnetik didalam suatu rangkaian bahan penghantar, akan menimbulkan tegangan induksi pada rangkaian tersebut.


Kedua pernyataan beliau diatas menjadi hukum dasar listrik yang menjelaskan mengenai fenomena induksi elektromagnetik dan hubungan antara perubahan flux dengan tegangan induksi yang ditimbulkan dalam suatu rangkaian, aplikasi dari hukum ini adalah pada generator. Gambar 1 akan menjelaskan mengenai fenomena tersebut.


Gambar 1. Hukum Faraday, Induksi Elektromagnetik.


Hukum Ampere-Biot-Savart

3 orang ilmuwan jenius dari perancis, Andre Marie Ampere (1775-1863), Jean Baptista Biot (1774-1862) dan Victor Savart (1803-1862) menyatakan bahwa:

“Gaya akan dihasilkan oleh arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar yang berada diantara medan magnetik”

Teori Dasar Listrik


1. Arus Listrik


adalah mengalirnya elektron secara terus menerus dan berkesinambungan pada konduktor akibat perbedaan jumlah elektron pada beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama. satuan arus listrik adalah Ampere.

Arus listrik bergerak dari terminal positif (+) ke terminal negatif (-), sedangkan aliran listrik dalam kawat logam terdiri dari aliran elektron yang bergerak dari terminal negatif (-) ke terminal positif(+), arah arus listrik dianggap berlawanan dengan arah gerakan elektron.



Gambar 1. Arah arus listrik dan arah gerakan elektron.

“1 ampere arus adalah mengalirnya elektron sebanyak 628x10^16 atau sama dengan 1 Coulumb per detik melewati suatu penampang konduktor”

Formula arus listrik adalah:


I = Q/t (ampere)

Dimana:
I = besarnya arus listrik yang mengalir, ampere
Q = Besarnya muatan listrik, coulomb
t = waktu, detik

2. Kuat Arus Listrik

Adalah arus yang tergantung pada banyak sedikitnya elektron bebas yang pindah melewati suatu penampang kawat dalam satuan waktu.

Definisi : “Ampere adalah satuan kuat arus listrik yang dapat memisahkan 1,118 milligram perak dari nitrat perak murni dalam satu detik”.

Rumus – rumus untuk menghitung banyaknya muatan listrik, kuat arus dan waktu:

Alat Listrik

A. Amperemeter / Ampere Meter

Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik. Umumnya alat ini dipakai oleh teknisi elektronik dalam alat multi tester listrik yang disebut avometer gabungan dari fungsi amperemeter, voltmeter dan ohmmeter.

Amper meter dapat dibuat atas susunan mikroamperemeter dan shunt yang berfungsi untuk deteksi arus pada rangkaian baik arus yang kecil, sedangkan untuk arus yang besar ditambhan dengan hambatan shunt.

Amperemeter bekerja sesuai dengan gaya lorentz gaya magnetis. Arus yang mengalir pada kumparan yang selimuti medan magnet akan menimbulkan gaya lorentz yang dapat menggerakkan jarum amperemeter. Semakin besar arus yang mengalir maka semakin besar pula simpangannya.

B. Voltmeter / Volt Meter

Voltmeter adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur tegangan listrik. Dengan ditambah alat multiplier akan dapat meningkatkan kemampuan pengukuran alat voltmeter berkali-kali lipat.

Gaya magnetik akan timbul dari interaksi antar medan magnet dan kuat arus. Gaya magnetic tersebut akan mampu membuat jarum alat pengukur voltmeter bergerak saat ada arus listrik. Semakin besar arus listrik yang mengelir maka semakin besar penyimpangan jarum yang terjadi.

C. Ohmmeter / Ohm Meter

Ohm meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik yang merupakan suatu daya yang mampu menahan aliran listrik pada konduktor. Alat tersebut menggunakan galvanometer untuk melihat besarnya arus listrik yang kemudian dikalibrasi ke satuan ohm.